Feeds:
Tulisan
Komentar

BUKU “The Biology of Mangroves and Seagrasses”

Peter Hogarth

Department of Biology

University of York

DOWNLOAD LINK (sehabis download, harap isi komen untuk timbal balik) :

http://www.4shared.com/file/214145743/33deab77/Biology-of-mangrove-and-seagra.html

PREFACE

Flowering plants dominate the land, providing nutrition, shelter, and stability for a host of organisms, and the basis of all terrestrial ecosystems. Of the hundreds of thousands of species of flowering plants, a mere 100 or so survive in the sea, about equally divided between mangroves and seagrasses.Although not rich in species, both mangroves and seagrasses are, like their terrestrial counterparts, of major ecological importance. To most people, mangroves call up a picture of a dank and fetid swamp, of strange-shaped trees growing in foul-smelling mud, inhabited mainly by mosquitoes and snakes. Mud, methane, and mosquitoes are certainly features of mangrove forests—as, sometimes, are snakes. They are not sufficient to deter mangrove biologists from investigating an ecosystem of great richness and fascination.

Mangroves are an assortment of tropical and subtropical trees and shrubs which have adapted to the inhospitable zone between sea and land: the typical mangrove habitat is a muddy river estuary. Salt water makes it impossible for other terrestrial plants to thrive here, while the fresh water and the soft substrate are unsuitable for macroalgae, the dominant plants of hard-bottomed marine habitats. The mangrove trees themselves trap sediment brought in by river and tide, and help to consolidate the mud in which they grow. They provide a substrate on which oysters and barnacles can settle, a habitat for insects, and nesting sites for birds. Most of all, through photosynthesis, they supply an energy source for an entire ecosystem comprising many species of organism. Mangroves are among the most productive and biologically diverse ecosystems in the world.

Seagrasses, although not true grasses, generally grow in a grass-like way, often locally dominating their environment in what are known as seagrass meadows. They grow intertidally, like mangroves, but also subtidally to depths of tens of metres. Like mangroves, too, seagrasses have adapted to conditions of high salinity and living in soft sediments. They create a habitat, and represent a food source on which many other organisms depend.

salah satu desain poster buat Ibu Awik Nurhidayati S.Si, M.Si yang akan dibuat presentasi di Malaysia dalam rangka Seminar Internasional. Beliaunya udah loloas seleksi n nyiapin bahan buat presentasi ke Negeri jiran tepatnya tanggal 20-an februari 2010.  Berikut desain Posternya:

PANDAWA LIMA BROTHERHOOD

WRITTEN BY: Ipin Suripin

Dari sekian juta cerita yang masuk benak n lubuk jiwa, ada beberapa pertanyaan yang mengalami repetisi sebanyak miliaran juta,,,,

Tapi ada pepatah “Banyak cerita, banyak pertanyaan, banyak pernyataan….. maka banyak pula hikmah yang datang”,,,,, pepatah ini mengawali sebuah pencarian yang membuat kita terkadang terjebak dalam sebuah pasung yang berakibat pada ketidak konsistensian pendirian kita dalam menentukan tujuan (Ending Goal). Namun cerita akan berubah menjadi sebuah melodi harmonis nan indah jika apa yang menjadi pencarian kita adalah sesuatu yang dapat menjadi Trigger (pemicu) sang Misioner dalam mengungkap sebuah cerita.

Pertanyaan yang mendasar adalah “Bagaimana dan mau kemana anda melangkah kan kaki anda?”……..
as u know…. Hidup itu adalah pilihan, pilihan untuk merubah langkah menjadi sebuah harakah (pergerakan) yang menuju pada kesempurnaan (Al Kamil). Dalam prosesnya, terkadang apa yang kita rancang dan kita upayakan tidak 100% terealisasi. Makanya, “Sebaik-baiknya Do’a adalah ikhtiyar kita dalam berkarya”, sekeras apapun usaha dan upaya kita dalam mengejar cita dan asa harus diimbangi dengan Do’a yang akan mengantarkan kita pada Nilai Hakiki sebuah pengorbanan.

Setiap kesuksesan, keberhasilan dan prestasi selalu terkait dengan mindset, inspirasi, motivasi, inovasi dan ikhtiyar. Komponen-komponen inilah yang akan selalu membuat langkah,cita dan asa kita selalu hidup dan bersinar. Dalam menggapai komponen-komponen ini harus ada penyelaras yaitu Sebuah pertanyaan yang membuat kita terpacu, “Apa yang bisa ku rubah dunia hari ini?”…….

MAKA MULAI DETIK INI, MARI KITA RUBAH DUNIA DENGAN KARYA YANG INDAH DAN BERSEJARAH

Langsung kita mulai cerita ini dari ketemuan antara si Ipien dan Cak Arnold di terminal pulo gadung di malem selasa (26/10/09). Turun dari BusWay transJakarta dari Stasiun Kota Jakarta terus ketemu dengan cak arnold pas si ipien dikejar-kejar alias dibuntutin ma preman terminal Pulo gadung. Busyet,,,,,,, untung ketemu ma cak arnold jadi gak ada cerita tentang “menculik si ipiens” wkwkwk,,,,

Setelah ketemu cak arnold, terus melaju ke padepokan cak Arnold di sebuah gang yang buat kepalaku puyeng. abis itu cerita-cerita sambil makan ayam penyet Jakarta yang mantap. malam itu selasa (26/10/09) rencana mau nonton Bola eh tapi lupa bawa helm,, so balik ke padepokan tapi pintu padepokan udah nutup.

Cerita bersambung di esok harinya (27/10/09), coz semalem gak jadi muter-muter Jakarta. Berangkat pagi-pagi jam sembilan pagi, tapi suasana udah macet, disana sini banyak metro mini,bajaj,dll yang berlalu lalang.

Bajaj Khas Jakarta
Metro Mini jakarta
asoi ge boy……
Agenda pagi itu (27/10/09) melaju ke:
#1 Stasiun Senen (beli tiket) biar gak ketinggalan kereta seperti hari sebelumnya,,,,
#2 Cari souvenir khas Jakarta (eh ternyata gak da yang khas n kantong lagi kempes)
#3 ke Monas, Istiqlal, Gambir, Istana negara

Pagi yang terik….matahari mulai meninggi, monas memang luas. Rencana menjadi taman yang besar di pusat kota memang bukan rencana semata. Kiri kanan renovasi di lakukan untuk menyajikan pemandangan terbaik bagi orang – orang yang mendatanginya.
Untuk menuju monas, kita harus melalui lorong panjang di bawah tanah yang menghubungkan tugu monas dan taman di sekelilingnya. Kami mengitari diorama sejarah Indonesia. Banyak pelajar yang melakukan study tour di sana.
Keluar dari monas, matahari masih tetap terik. Semua terik itu, seolah – olah patah begitu saja melihat aksi seorang tentara yang berlari mengitari monas..:nohope:

burung Perkutut (Geopelia striata) yang berkeliaran diatas trotoar jalanan sekitar Monas

Mulai lagi gokil ‘n gila foto-foto pagi itu di Monas, sambil lihat ada burung Perkutut (Geopelia striata) yang berkeliaran diatas trotoar jalanan sekitar Monas. Selain itu si ipien ‘n cak arnold liat2 museum bawah tanah Monas. wah,,, asoi,,,,,,,,

Tambah siang tambah panas, busyet, panasnya 2 kali lipat dari Surabaya pak. Tapi yang buat Si ipien mikir siang2 gitu,,,, “kok pemandangan Jakarta kali ini tanpa Demonstrasi, gak seperti yang di Tipi2?”….
ha3x,,,, pas udah puas muter2 JAkarta yang Hot. si Ipien ‘n cak Arnold balik ke Padepokan untuk upload foto2 hasil jalan2 yang asoy,,,,,

Mahasiswa dengan sederet titel sosial mulai dari agent of change, agent of social control. Bahkan, menurut sebagian besar masyarakat menyebut mahasiswa adalah orang yang serba bisa, serba tahu berbagai persoalan yang muncul dalam masyarakat. Hal ini menjadikan mahasiswa sebagai kaum elit dan terhormat dibanding dengan kaum muda lainnya. Namun, sederet titel dan penghargaan terhadap mahasiswa teryata tidak semuanya berbuah manis serta sesuai dengan harapan. Kasus baru-baru ini yang saya lihat dengan mata telanjang saya merupakan salah satu bukti “ironi” yang dilakukan oleh “mahasiswa”.

Idealisme mahasiswa seringkali luntur ketika harus berhadapan dengan realitas yang ada, termasuk dalam hal “KORUPSI”. Begitu banyak mahasiswa yang berdemo dengan mengecam dan memaki para koruptor dengan suara yang berapi-api. Seakan-akan mereka menjadi seorang algojo yang siap mengeksekusi para koruptor yang kenyang dengan uang.

Namun praktik korupsi di dunia mahasiswa sendiri sudah tidak bisa dimungkiri. Mulai dari hal kecil seperti menyontek, titip absen sampai hal besar seperti “PENGGELAPAN UANG”. Menyontek dan titip absen merupakan hal yang fundamental dari praktik korupsi karena pada intinya korupsi adalah bohong dan merugikan orang lain. Dengan menyontek atau titip absen berarti kita telah berbohong kepada dosen, teman, dan merugikan orang lain.
Apalagi “PENGGELAPAN UANG”, hal ini bukan perkara fundamental lagi tapi merupakan hal yang harus diusut dan diselesaikan karena jika dibiarkan begitu saja akan menjadi “borok” yang bisa merambat keseluruh elemen yang lain.

Ciitra “mahasiswa” sekarang mulai tergeser akibat prilakunya sendiri. Apakah bukan sebuah “PENGGELAPAN UANG”, jika peruntukan sebuah uang yang seharusnya digunakan untuk banyak hal tapi hanya diperuntukkan untuk satu hal. Padahal sudah tertera jelas bahwa peruntukannya untuk banyak hal, namun tetap saja digunakan untuk satu hal, maka jika melihat undang-undang yang ada, hal ini termasuk korupsi berdasar (Pasal 18 ayat (1) huruf a dan huruf b ayat (2) Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi Tindak Pidana Korupsi).

Kasus “KORUPSI” di kalangan mahasiswa merupakan bukti bahwa status “mahasiswa” sebagai agent of change mulai luntur. Oleh karena itu, marilah kita sebagai mahasiswa selalu menjaga idealisme dan konsisten terhadap perlawanan terhadap ketidakadilan. Perlawanan itu harus kita mulai dari diri kita sendiri. Mulai dari lingkungan kampus, mahasiswa, dosen dan karyawan.

Bisa dibayangkan apabila calon penerus Pemimpin Bangsa seperti ini bagaimana generasi dibawahnya pasti akan lebih buruk dan kemungkinan bangsa ini akan berubah dari bangsa yang mempunyai budaya ramah, JUJUR, toleransi, dan menghargai orang lain menjadi bangsa yang kasar dan KORUPTOR, bar-bar serta bahkan hanya budaya latah. Dengan demikian, kita (mahasiswa) sudah seharusnya meneruskan perjuangan para pahlawan yang bersusah payah membangun citra bangsa ini dengan rela berkorban baik jiwa, raga bahkan nyawa sehingga bangsa ini terbebas dari belenggu penjajah.

ditulis ulang berdasar pada realita dan disadur dari berbagai sumber oleh ArifinBITS

sebetulnya malam ini aku ingin bercerita tentang kejadian yang beberapa lalu menghampiri kepala ku. Ini gara-gara perkara sejumlah oknum yang mengejar-ngejar dan selalu  menghampiri ku ketika aku dan kawan2 ada di kampus cap pahlawan. Wah, ternyata tetap aja yang ditanyakan si oknum-oknum ini tentang kejelasan “hal” yang mereka buat tapi keberadaannya kagak ada. wah,  langsung aja ku jawab : “wah, nila udah keluar masak barangnya kagak ada?” terus merek meminta pertanggung jawaban ku,,,,, eh,,, enak aja…. tanggung jawab ku cuman menilai coy,,,,, sori,,, masalah urusan kumpul-mengumpul yah urusan besar kalian ituh,,,,, hemmm… khan dari awal udah dibilang kalo udah di Acc ma “penilai” kumpulin di gedung tumbuhan.

Sebetulnya bukan hal itu yang membuat aku tergerak buat nulis tulisan malam ini yang berjudul “lebih baik lihatlah diri kita seperti apa daripada menuduh orang lain yang “aneh”,,,,,,, tapi ini karena ada beberapa hal yang membuat aku ngakak terbahak-bahak kalo para oknum ini merasa dianiyaya dan didholimi dan diintimidasi (busyet!!!!),,,, padahal mereka harus sadar apakah mereka juga gak melakukan hal yang sama pada ku n teman2, contoh ni yah (pengumpulan hasil “eksperimen” 2 bulan baru ngumpulin). kalo aku sih meng”amin”i saja semoga mereka yang dapat imbalannya, aku nyante aja sambil senyum, toh aku selalu berusaha berbuat baik terhadap apa yang ku lakukan. So,  sebelum kita “mbacot”,,, lebih baik kita instropeksi apakah tindakan kita lebih baik dari omongan kita,,,, (artinya kalo cuman mbacot doang tapi tindakan bejat, apalah guna perkataan baik anda wahai para “Lost Generation”).

Kejadian beberapa hari lalu, menyeret salah satu dari teman baik ku, si sebut aja si “A”, dia dipanggil ama Lecture buat njelasin tentang apa yang udah dia nilai dari “eksperimen”. owh,,,, ternyata para “oknum” melapor ke sang lecture kalo nilai mereka jelek akibat intimidasi sang “penilai. ehm,,,,, ini kejadian yang paling langka “Tuan-tuan”….. Kenapa?…. seharusnya si oknum berkaca, apakah yang telah dilakukannya pas “eksperimen udah maksimal sehingga menuntut si “penilai” agar dapat “Ganjaran” yang tinggi selangit,,,, toh, kenapa gak dulu konfirmasi tentang ini itu,,,, sebetulnya para “penilai” lebih suka jika diajak diskusi, namun hingga hari examination berlalu, baru sadar tentang apa yang mereka dapatkan. Terus terang selama aku ngasisteni sepanjang tahun 2006 ampe sekarang, gak ada kelakuan bejat para oknum yang menurut aku “aneh”……

Dan   diakhir cerita yang sebetulnya gak penting aku make a wish,,,,, semoga segala hal baik akan selalu didapatkan oleh semua orang, baik orang yang berbuat jahat, mungkar, dll, supaya mereka tersadar kalo hal baik juga akan melahirkan hal2 baik pula,,,,,

sore ini di depan lab mikro biologi ITS Surabaya, aku mulai melakukan aktifitas update blog ku seperti biasanya. wah,,,, kondisi kampus sore ini sepi nian, aku di kampus cuman ditemanin soulmate ku (burhan), sobat ku (cuplis) ama seorang cewek bergaya emo (si cemet). emmmm,,,, sore sore sambil surfing cari journal buat pembahasan TA (sebutan skripsi di kampus ITS) juga tak lupa cari papaercraft, yah bisa dikata sambil menyelam minum air susu, daripada air kan enakan “susu” bener gak?…

Lagi-lagi, si cuplis kalo sore gini pasti mau boker di gedung H lantai  3….. nah kita lanjutin lagi tentang aktifitas ku yang gak kalah serunya,,,, emmmm anyway busway….. sore ni Q lagi download death note yang movie series 2 lewat portal 4shared.com . awal download pake fasilitas wifi kampus pake proxy its.Dan akhirnya berhasil juga download sore ini.

Ok,,,,, kita sudahi downloadnya, kita buka email sore ini dan update FB . Tema tulisan kali ini adalah Hari ini, kemaren dan masa depan, karena diawal tahun ini aku ingin intropeksi tahun 2009 ternyata banyak target yang belum tercapai  dan di 2010 harus tercapai dengan segera….. I wish for the best in my life,,,,,

udah dulu,,,,, besok nulis lagi coy,,,,,

Tulisan Sebelumnya »