//
you're reading...
UMUM

Dosen ITS Teliti Lumpur Lapindo untuk Semen

Selasa, 19 Juni 2007

Surabaya-RoL– Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Januarti Jaya Ekaputri, menyiapkan rencana penelitian lumpur di kawasan eksplorasi Lapindo Brantas Inc sebagai bahan pengganti semen.

“Karena itu saya mengajukan usulan topik disertasi untuk meraih gelar doktor dengan penelitian lumpur sebagai bahan pengganti semen,” ujar dosen Jurusan Teknik Sipil ITS Surabaya itu, Selasa. Menurut ibu tiga anak itu, bahan disertasi itu diilhami kandungan kimia pada lumpur Lapindo itu yang sama persis dengan kandungan “fly ash” (limbah dari hasil pembakaran batu bara).

“Lalu terpikir, kenapa tidak saya coba melakukan penelitian agar lumpur itu bisa bermanfaat. Saya melakukan penelitian bersama Prof Triwulan,” ucapnya. Selama ini penelitian fly ash sebagai alternatif pengganti semen cukup baik hasilnya, bahkan bisa mencapai kekuatan 50 sampai 60 MPA atau sekelas beton mutu tinggi (beton geo polimer).

“Lumpur dengan fly ash sendiri hanya berbeda pada sifat fisik, karena lumpur tidak bisa serta merta dicampurkan begitu saja, tapi harus ada bahan kimia sebagai aktifator,” katanya. Dari hasil kajian, beberapa sifat lumpur Lapindo itu tidak reaktif atau tidak gampang mengikat, sehingga berbeda dengan fly ash yang mempunyai sifat sebaliknya.

“Pada lumpur Lapindo, saat dilakukan perlakuan atau pengadukan terjadi pengentalan yang sangat cepat, tapi sulit mengering. Ini menjadi fenomena menarik, sehingga harus ada sesuatu yang perlu ditambahkan sebagai aktifator, sehingga sifatnya menyamai fly ash,” ucapnya. Oleh karena itu, kata dosen kelahiran Jayapura pada 12 Januari 1974 itu, jika lumpur Lapindo bisa dibuat seperti fly ash, maka sangat mungkin bisa dijadikan sebagai pengganti semen.

Namun, katanya, penelitian untuk bahan disertasi itu akan dilakukan di The University of Tokyo, karena ada dua perguruan tinggi yang merespons topik itu yakni universitas di Taiwan dan di Jepang. “Saya telah memilih The University of Tokyo dan mungkin akan berangkat pada Juli nanti,” tegas penerima beasiswa dari Hitachi Scholarship Foundation (HFS), sebuah lembaga bantuan beasiswa milik Hitachi, Ltd, Jepang itu.

Apalagi, kata Dody Brahmantyo, di perguruan tinggi itu telah dikembangkan material dari sampah pengganti semen sebagai alternatif bagi dunia konstruksi yang disebut dengan eco-cement, sehingga peralatan di laboratorium akan sangat membantu.

“Saya berharap jika penelitian ini berhasil, orang tidak akan pusing lagi membuang lumpur itu, tapi justru sebaliknya mereka akan mencoba untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin,” tutur alumnus S1 dan S2 ITB itu.

antara

mim

Sumber: http://republika.co.id/online_detail.asp?id=297230&kat_id=23

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: