//
you're reading...
NASEHAT ISLAM

Sikap Dalam Menghadapi Musibah : Tidak Mencari Kambing Hitam…

Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan mu). (QS 42:30)

Rasanya sedih saya membaca di berbagai media dengan apa yang dilakukan oleh para pemimpin dan authoritas financial negeri ini dalam menyikapi krisis financial global yang sedang terjadi.

Kalau toh harus ditutupnya bursa dua hari ini musibah, kalau toh jatuhnya Rupiah diatas Rp 10,000,-/ US$ juga musibah – tidak nampak sama sekali di media akan adanya upaya untuk instrospeksi kedalam system itu sendiri. Baik itu system di bursa saham maupun system moneter yang kita anut.

Yang ada adalah upaya untuk mencari siapa yang salah dalam kejatuhan IHSG di Indonesia Stock Exchange; siapa yang telah bermain curang, siapa yang meniupkan sentimen negatif, dan siapa yang mengambil manfaat. While yang jahat memang perlu ditindak, tetapi bukankah kita juga perlu melihat ke system itu sendiri ?.

Ambil contoh misalnya kita kecurian di rumah kita, pencuri memang perlu kita kejar, laporkan polisi, ditangkap dan dihukum. Tetapi instrospeksi untuk mengevaluasi mengapa kita kecurian juga perlu.

Bisa jadi ita kecurian karena kesombongan kita yang suka pamer kekayaan sehingga mengundang minat pencuri, bisa jadi karena kecerobohan kita karena pengaman di rumah kita yang tidak memadai, bisa jadi pula oleh berbagai penyebab lain yang adanya di kita – bukan menyalahkan pencurinya semata.

Nah penyebab kejatuhan bursa misalnya; mungkin memang ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dalam krisis ini. Tetapi mengapa system perdagangan saham di bursa sampai demikian mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ? Saya yakin sebagian besar penyebabnya ada di bursa itu sendiri – bukan dipihak lain.

Bukankah kita sadar bahwa praktek di bursa secara global selama ini telah menyerupai Casino raksasa, sehingga maisir dan gharar atau perjudian dan spekulasi telah merajalela di dalamnya dan bahkan diberikan sarananya seperti transaksi short dlsb. ?.

Mengenai jatuhnya Rupiah juga demikian, bukankah kita sadar bahwa uang yang kita pegang – uang kertas- memang nilainya sangat relatif ?. Ketika US$ menjadi sangat perkasa dengan US$ Index mencapai 83 akhir pekan ini, mata uang kita yang biasa-biasa saja – pasti jatuh.

Lantas ketika uang kita jatuh kita malah mencari solusi berlawanan dengan ajaran Agama yang seharusnya menjadi tuntunan kita dalam setiap keputusan ?. Kita menaikkan bunga (menaikkan riba) yang berarti semakin membenamkan negeri ini kedalam riba yang lebih dalam – bukan meninggalkannya.
Lantas , tidak takutkah kita dengan ayat Allah berikut ?.

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (QS 2 : 276 & 279)

Atau kita telah menjadi orang-orang sekuler yang memahami agama sekedar memahaminya. Kemudian ketika kita berada di bursa, ketika kita berada di BI, ketika kita berada di Departemen Keuangan kita lupakan ayat-ayat Al-Quran. Tidak kah terbetik sedikitpun dalam hati menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan kita dalam setiap persoalan khidupan ini ?.

Atau barangkali kita lebih percaya kepada ajaran-ajaran textbook ekonomi ribawi yang kita pelajari dari barat – yang ternyata juga tidak berhasil menyelamatkan negerinya dari krisis ini – bahkan menjadi penyebab dari krisis ini ?.

Wallahu A’alm, saya buka ekonom – dan saya juga bukan ustadz; tetapi alhamdulillah saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa kalau kita kembali ke ajaran Agama kita dengan sungguh-sungguh – insyaallah kita bisa benar-benar keluar dari krisis ini.

tulisan diatas ditulis Oleh : Iqbal Muhaimin dan ulas kembali oleh afien_4r

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: