//
you're reading...
BOTANI MANGROVE

Botani Mangrove “Buku Ajar: Biodiversitas Ekosistem Mangrove di Jawa; Tinjauan Pesisir Utara dan Selatan Jawa Tengah”

Buku Ajar:

Biodiversitas Ekosistem Mangrove di Jawa;

Tinjauan Pesisir Utara dan Selatan Jawa Tengah

Penulis (Editor):

Ahmad Dwi Setyawan, S.Si., M.Si.

Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta 2008

botani mangrove-buku ajar

DOWNLOAD buku ajar dengan klik link dibawah ini:

http://www.4shared.com/file/115907676/457bbd5b/BOTANI_MANGROVE-Biodiversitas-Ekosistem-Mangrove-di-Jawa-Tinjauan-Pesisir-Utara-dan-Selatan-Jawa-Tengah.html

Pemanasan global kini telah menjadi isu penting yang menarik perhatian banyak peneliti, pemerintah maupun masyarakt awam. Kenaikan suhu global sekitar 0,5oC selama tiga decade terakhir diyakini telah meningkatkan tidak saja panas di permukaan bumi tetapi juga mempengaruhi iklim secara keseluruhan, seperti terjadinya kekeringan panjang atau sebaliknya hujan sepanjang tahun. Pemanasan global terjadi akibat meningkatnya produksi gas-gas rumah kaca, khususnya CO2, terutama karena meningkatnya konsumsi bahan bakar fosil. Meningkatnya industrialisasi sepanjang 30 tahun terakhir merupakan penyebab utama pemanasan global. Apabila hal ini tidak dikendalikan, dengan laju konsumsi bahan bakar fosil pada saat ini maka pada tahun 2050 suhu permukaan bumi diperkirakan akan meningkat hingga 2oC dan permukaan air laut akan naik sekitar 25 m karena mencairnya es di kutub, sehingga menjadi ancaman serius bagi negara kepulauan seperti Indonesia beserta kota-kota pantainya.

Ekosistem mangrove retan terhadap pemanasan global, perubahan permukaan laut akan menyebabkan perubahan garis pantai, sehingga ekosistem mangrove harus beradaptasi terhadap kondisi ini, namun perubahan yang cepat dapat menyebabkan kegagalan proses adaptasi sehingga menyebabkan terancamnya keberadaan ekosistem mangrove. Di sisi lain, mangrove memiliki beberapa manfaat ekologi yang dapat mengurangi dampak negatif pemanasan global. Secara kasat mata, mangrove dapat meredam badai yang terus meningkat kualitas dan kuantitasnya sejalan dengan meningkatnya perubaan iklim bumi akibat pemanasan global. Mangrove juga dapat menyerap gas-gas rumah kaca yang bertanggungjawab terhadap pemanasan global ini, seperti CO2 dan CH4 melalui proses sekuestrasi karbon.

Buku berjudul “Biodiversitas Ekosistem Mangrove di Jawa; Tinjauan Pesisir Utara dan Selatan Jawa Tengah” ini disusun terutama dari kumpulan artikel-artikel publikasi yang penulis persiapkan selama menjalani pendidikan S-2 di Ps. Biologi UGM Yogayakarta dan Ps. Ilmu Lingkungan UNS Solo. Dalam penulisan artikelartikel tersebut penulis banyak dibantu oleh kolega yang namanya tercantum sebagai tim penyusun buku ini maupun tidak. Beberapa di antaranya adalah Dr. Tjut Sugandawaty Djohan, M.Sc dari UGM Yogyakarta yang memberi banyak masukan awal hingga menumbuhkan ketertarikan penulis akan ekosistem mangrove, dan Drs. Kusumo Winarno, M.Si (Alm) dari UNS Solo yang banyak memberi bantuan fasilitas laboratorium.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: