//
you're reading...
diare "konyol" ku, WACANA

Fakta dan Ironi: Tenyata “uang” membutakan Mata “Idealisme” “Oknum mahasiswa”

Mahasiswa dengan sederet titel sosial mulai dari agent of change, agent of social control. Bahkan, menurut sebagian besar masyarakat menyebut mahasiswa adalah orang yang serba bisa, serba tahu berbagai persoalan yang muncul dalam masyarakat. Hal ini menjadikan mahasiswa sebagai kaum elit dan terhormat dibanding dengan kaum muda lainnya. Namun, sederet titel dan penghargaan terhadap mahasiswa teryata tidak semuanya berbuah manis serta sesuai dengan harapan. Kasus baru-baru ini yang saya lihat dengan mata telanjang saya merupakan salah satu bukti “ironi” yang dilakukan oleh “mahasiswa”.

Idealisme mahasiswa seringkali luntur ketika harus berhadapan dengan realitas yang ada, termasuk dalam hal “KORUPSI”. Begitu banyak mahasiswa yang berdemo dengan mengecam dan memaki para koruptor dengan suara yang berapi-api. Seakan-akan mereka menjadi seorang algojo yang siap mengeksekusi para koruptor yang kenyang dengan uang.

Namun praktik korupsi di dunia mahasiswa sendiri sudah tidak bisa dimungkiri. Mulai dari hal kecil seperti menyontek, titip absen sampai hal besar seperti “PENGGELAPAN UANG”. Menyontek dan titip absen merupakan hal yang fundamental dari praktik korupsi karena pada intinya korupsi adalah bohong dan merugikan orang lain. Dengan menyontek atau titip absen berarti kita telah berbohong kepada dosen, teman, dan merugikan orang lain.
Apalagi “PENGGELAPAN UANG”, hal ini bukan perkara fundamental lagi tapi merupakan hal yang harus diusut dan diselesaikan karena jika dibiarkan begitu saja akan menjadi “borok” yang bisa merambat keseluruh elemen yang lain.

Ciitra “mahasiswa” sekarang mulai tergeser akibat prilakunya sendiri. Apakah bukan sebuah “PENGGELAPAN UANG”, jika peruntukan sebuah uang yang seharusnya digunakan untuk banyak hal tapi hanya diperuntukkan untuk satu hal. Padahal sudah tertera jelas bahwa peruntukannya untuk banyak hal, namun tetap saja digunakan untuk satu hal, maka jika melihat undang-undang yang ada, hal ini termasuk korupsi berdasar (Pasal 18 ayat (1) huruf a dan huruf b ayat (2) Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi Tindak Pidana Korupsi).

Kasus “KORUPSI” di kalangan mahasiswa merupakan bukti bahwa status “mahasiswa” sebagai agent of change mulai luntur. Oleh karena itu, marilah kita sebagai mahasiswa selalu menjaga idealisme dan konsisten terhadap perlawanan terhadap ketidakadilan. Perlawanan itu harus kita mulai dari diri kita sendiri. Mulai dari lingkungan kampus, mahasiswa, dosen dan karyawan.

Bisa dibayangkan apabila calon penerus Pemimpin Bangsa seperti ini bagaimana generasi dibawahnya pasti akan lebih buruk dan kemungkinan bangsa ini akan berubah dari bangsa yang mempunyai budaya ramah, JUJUR, toleransi, dan menghargai orang lain menjadi bangsa yang kasar dan KORUPTOR, bar-bar serta bahkan hanya budaya latah. Dengan demikian, kita (mahasiswa) sudah seharusnya meneruskan perjuangan para pahlawan yang bersusah payah membangun citra bangsa ini dengan rela berkorban baik jiwa, raga bahkan nyawa sehingga bangsa ini terbebas dari belenggu penjajah.

ditulis ulang berdasar pada realita dan disadur dari berbagai sumber oleh ArifinBITS

Diskusi

One thought on “Fakta dan Ironi: Tenyata “uang” membutakan Mata “Idealisme” “Oknum mahasiswa”

  1. perlu disikapi lebih lanjut agar tidak lagi terulang kejadian seperti ini

    Posted by nisa | Juni 28, 2010, 5:54 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: