//
you're reading...
diare "konyol" ku

lebih baik lihatlah diri kita seperti apa daripada menuduh orang lain yang “aneh”,,,,,,,

sebetulnya malam ini aku ingin bercerita tentang kejadian yang beberapa lalu menghampiri kepala ku. Ini gara-gara perkara sejumlah oknum yang mengejar-ngejar dan selalu  menghampiri ku ketika aku dan kawan2 ada di kampus cap pahlawan. Wah, ternyata tetap aja yang ditanyakan si oknum-oknum ini tentang kejelasan “hal” yang mereka buat tapi keberadaannya kagak ada. wah,  langsung aja ku jawab : “wah, nila udah keluar masak barangnya kagak ada?” terus merek meminta pertanggung jawaban ku,,,,, eh,,, enak aja…. tanggung jawab ku cuman menilai coy,,,,, sori,,, masalah urusan kumpul-mengumpul yah urusan besar kalian ituh,,,,, hemmm… khan dari awal udah dibilang kalo udah di Acc ma “penilai” kumpulin di gedung tumbuhan.

Sebetulnya bukan hal itu yang membuat aku tergerak buat nulis tulisan malam ini yang berjudul “lebih baik lihatlah diri kita seperti apa daripada menuduh orang lain yang “aneh”,,,,,,, tapi ini karena ada beberapa hal yang membuat aku ngakak terbahak-bahak kalo para oknum ini merasa dianiyaya dan didholimi dan diintimidasi (busyet!!!!),,,, padahal mereka harus sadar apakah mereka juga gak melakukan hal yang sama pada ku n teman2, contoh ni yah (pengumpulan hasil “eksperimen” 2 bulan baru ngumpulin). kalo aku sih meng”amin”i saja semoga mereka yang dapat imbalannya, aku nyante aja sambil senyum, toh aku selalu berusaha berbuat baik terhadap apa yang ku lakukan. So,  sebelum kita “mbacot”,,, lebih baik kita instropeksi apakah tindakan kita lebih baik dari omongan kita,,,, (artinya kalo cuman mbacot doang tapi tindakan bejat, apalah guna perkataan baik anda wahai para “Lost Generation”).

Kejadian beberapa hari lalu, menyeret salah satu dari teman baik ku, si sebut aja si “A”, dia dipanggil ama Lecture buat njelasin tentang apa yang udah dia nilai dari “eksperimen”. owh,,,, ternyata para “oknum” melapor ke sang lecture kalo nilai mereka jelek akibat intimidasi sang “penilai. ehm,,,,, ini kejadian yang paling langka “Tuan-tuan”….. Kenapa?…. seharusnya si oknum berkaca, apakah yang telah dilakukannya pas “eksperimen udah maksimal sehingga menuntut si “penilai” agar dapat “Ganjaran” yang tinggi selangit,,,, toh, kenapa gak dulu konfirmasi tentang ini itu,,,, sebetulnya para “penilai” lebih suka jika diajak diskusi, namun hingga hari examination berlalu, baru sadar tentang apa yang mereka dapatkan. Terus terang selama aku ngasisteni sepanjang tahun 2006 ampe sekarang, gak ada kelakuan bejat para oknum yang menurut aku “aneh”……

Dan   diakhir cerita yang sebetulnya gak penting aku make a wish,,,,, semoga segala hal baik akan selalu didapatkan oleh semua orang, baik orang yang berbuat jahat, mungkar, dll, supaya mereka tersadar kalo hal baik juga akan melahirkan hal2 baik pula,,,,,

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: